Senin, 03 Januari 2011

[Sinopsis] Bread Love And Dreams (Baker King) 12

Usai kesepakatannya dengan Ma Jun, Tak Goo merasa sangat sedih, karena ia harus menerima kenyataan bahwa ia tidak akan bertemu Yu Kyung lagi. Ia hanya duduk di tangga depan toko Pal Bong dengan pandangan kosong, Mi Sun yang lewatpun tidak ia hiraukan. “Hei Tak Goo kau kenapa?apa kau tidur?”kata Mi Sun sambil berusaha menyadarkan lamunan Tak Goo. Namun Tak Goo masih diam.
Sementara itu Yu Kyung masih tidak percaya dengan apa yang terjadi ia masih duduk terdiam. “Aku akan mengantarmu pulang, masuklah dalam mobil” pinta Ma Jun. Yu Kyung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Ma Jun. akhirnya Ma Jun menyuruh Yu Kyung masuk mobil dengan paksa.
Sampai dikontrakkan Yu Kyung, Ma Jun merasakan ada bau yang tidak enak. “Apa kau tinggal ditempat seperti ini? Tanya Ma Jun sambil menutup hidungnya. Yu Kyung hanya diam. “Apa kau sudah makan? Kau terlihat belum makan apapun” kata Ma Jun. Yu Kyung tidak menjawab pertanyaan Ma Jun. “Kau mengapa membuat kesepakatan dengan Tak Goo? Kau punya segalanya, sedangkan Tak Goo tidak, mengapa kau lakukan itu semua” Tanya Yu Kyung masih tak percaya. “Ya aku tahu, tapi mengapa kau masih tetap ingin bersamanya? Tanya Ma Jun. “Karena aku hanya memilikinya, bagiku dia segalanya, hanya dia yang bisa membuatku tertawa, kau tidak akan mengerti hal ini karena kau punya segalanya” tangis Yu Kyung. “Aku akan memberikan sesuatu yang tidak bisa diberikan Tak Goo padamu, baju?uang?rumah? aku akan memberinya, tapi jadilah pacarku” pinta Ma Jun. Yu Kyung hanya bsa memandang Ma Jun penuh kebencian.
Tak Goo menceritakan apa yang terjadi pada Mi Sun. “Mengapa kau melakukan perjanjian itu?tanya Mi Sun. “Karena hanya itu yang bisa aku lakukan dengan kondisi Yu kyung yang seperti itu” jawab Tak Goo. “Lalu apa yang kau lakukan sekarang?. “Aku akan belajar giat dan menang dari Ma Jun, hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku tidak bisa melawan dia jika aku belajar dengan giat selama 2 tahun” jawab Tak Goo. “kau pikir belajar membuat roti itu gampang” kata Mi Sun. “aku tak peduli seberapa berat aku belajar, bantulah aku Mi Sun” pinta Tak Goo. “Kau tak akan menang, bahkan jika kau punya bakat, itu semua tidak cukup, waktu 2 tahun tak akan bisa membuat kau mampu melawan dia” seru Mi Sun.
Yu Kyung hanya bisa terdiam dirumahnya. Ia mengingat semua yang ditawarkan Ma Jun dan yang dikatakan polisi padanya. [kata2 polisi: kau tidak bisa merubah dunia, jika kau merasa ini tidak adil, ubahlah hidupmu. Jika kau kaya dan punya kekuatan maka dunia akan berubah juga]
Ny Seo memperlihatkan surat yang membuat ia depresi, surat gelap itu bertuliskan “Pembunuh”, Ny Seo meminta manager Han untuk menyeledikinya karena ia menganggap itu semua adalah perbuatan Tak Goo. Ny Seo merasa tidak tenang karena kenangan masa lalunya atas kematian mertuanya. Tiba2 terdengar sesuatu diluar ruangan. Manager Han merasa ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Manager Han keluar dan mengechek keadaan. Ny Seo mengikuti manager Han. Manager Han melihat sesorang yang berdiri di ruang tengah. Ny Seo mengenali laki2 itu. Ia memperkenalkan dokter Yoon sebagai dokter yang akan memeriksa keadaan Ja Rim. Manager Han bepikir keras untuk meningangat laki2 itu, karena ia merasa mengenal laki2 itu. [chingu masih dengan laki2 itu. Dia adalah orang yang pernah bantu Mi Sun (ibu Tak Goo) melahirkan dan 24 tahun lalu pernah bertemu manager Han, pantas sekali jika manager Han merasa mengenal dia]
Ny Seo melanjutkan percakapannya dengan manager Han setelah dokter Kim menuju kamar Ja Rim, ia menyuruh manager Han untuk segera mencari orang yang telah mengirimkan surat itu, apapun caranya. Tak disangka dokter Kim mendengarkan semua perkataan Ny Seo dari lantai 2.
adiknya Jin Gu cantik euy.
Dikamarnya Jin Gu duduk terdiam sambil memandangi foto adiknya, dan mengingat2 kata2 manager Han.
[Flasback]. Manager Han menemui Jin Gu. “Aku tahu kau begitu susah kehidupanmu untuk merawat adikmu yang sakit” kata manger Han. “Apa yang kau inginkan?” Tanya Jin Gu. “Laporkan semua yang dilakukan oleh Tak Goo padaku, aku butuh mata2 untuk dapat mengawasinya’ ucap manager Han. “Bagaimana kau bisa yakin aku akan melakukan ini untukmu? tanya Jin Gu. “Karena aku percaya, keadaan adikmu akan lebih baik jika kau menyetujui penawaran ini” seru manager Han. [Flasback selesai]
Ketika Jin Gu sedang memandangi foto adiknya, Jae Bok dan Gap Soo datang. Mereka sibuk membicarakan masalah Tak Goo. “Ada apa dengan Tak Goo? Tanya Jin Gu. Gap So menceritakan bahwa Tak Goo ingin belajar roti dengan formal, dan ia ingin mendapatkan sertifikat guru Pal Bong hanya dalam 2 tahun. Jae Bok menggerutu karena dengan waktu 2 tahun, Tak Goo tak akan bisa mendapatkannya.
Tak Goo mengatakan keinginannya untuk belajar membuat roti dengan serius dan ia berharap dengan waktu 2 tahun dia akan mendapatkan sertivikat. Tuan Yang marah dengan apa yang diinginkan Tak Goo karena ia merasa itu tidak mungkin. “Kakek dapatkah aku belajar dengan baik? Tanya Tak Goo. “Mengapa tiba2 kau ingin belajar dengan serius? Tanya kakek. “Karena aku melakukan kesepakatan dengan Seo Tae Jo? Aku berkompetisi dengannya dan aku ingin menang” kata Tak Goo.
Tuan Yang menyuruh Tak Goo keluar dengan paksa lalu menutup pintu kamar kakek. Dikoridor rumah Ma Jun melihat apa yang dilakukan Tak Goo. “Kau bilang kau mau mengalahkanku? Seru Ma Jun sambil tersenyum sinis. Tak Goo hanya diam saja.
Tuan Yang masuk kembali kekamar kakek yang sedang tertawa. “Ayah inibukan waktunya untuk tertawa” seru Tuan Yang. “Anak itu sudah berjuang sejak 12 tahun yang lalu, diotaknya hanyalah berpikir untuk menemukan ibunya, jadi ia terkadang terlihat menakutkan dan tak terduga” kata kakek. “Lalu bagaimana ayah, kita tak dapat memberikannya mimpi yang terlalu tinggi” seru Tuang Yang. “Dia telah tersia2 semenjak ibunya hilang, dia hidup dengan tak seorangpun yang peduli padanya”. “Tapi ayah..”. “sekarang aku Tanya, kenapa kau menerima Tak Goo kembali? Tanya kakek. [Flashback] Tuan Yang mengingat ketika Tuan Yang ingin membatalkan pesanan roti dari rumah sakit, Tak Goo mengatakan jangan membatalkannya, karena banyak anak2 yang kelaparan menunggu rotinya datang [Flashback selesai]. “Percayalah pada anak itu” pinta kakek.
Keesokkan harinya tuan Yang membagikan tugas kepada semua staffnya dan terakhir pada Tak Goo. “Kau, mengapa tidak membersihkan panci panggang dengan benar, dalam cuaca seperti ini, jika terdapat embun di panci panggang maka akan membuatnya cepat rusak” seru tuan Yang lantang. “Cepat bersihkan hingga mengkilap dan bawa padaku” pinta Tuan Yang. “Siap, aku akan melakukannya, aku akan membersihkanya hingga aku bisa melihat wajahku di pansi pemanggang” kata Tak Goo tegas. [wkwkwk aku denger Tak Goo bilang gitu pingin ketawa].
Tak Goo membersihkan semua panci panggang. Tiba2 tumpukan panci itu jatuh berserakan ketika tuan Yang datang, akhirnya Tak Goo harus membersihkannya dari awal. Setelah selesai tuan Yang mengechek kembali, dan Tak Goo kembali harus membersihkkannya dengan baik.
Tiba2 Ma Jun datang dibelakang Tak Goo ketika tuan Yang sudah pergi. “Heh,,bagaimana kau bisa mengalahkan aku, jika kau hanya membersihkan panci roti setiap hari” kata Ma Jun. “Aku, Tak Goo adalah seorang laki2, aku akan melakukan sesuatu yang telah kuucapkan, aku akan bertanding denganmu, dengan jujur dimulai 2 tahun dari sekarang” kata Tak Goo. “kau tidak akan bisa mengalahkanku jika kau lakukan dengan jujur, sebaiknya kau pikirkan metode yang baik untuk melawanku, karena aku juga akan melakukan itu” kata Ma Jun. Perseteruan mereka berakhir dengan datangnya ibu Mi Sun yang mengabarkan bahwa Tak Goo ada tamu.
Tak Goo menemui manager Han di tepi danau. “Apa kau bisa hidup baik disini? Tanya manager Han. “Apa kau penasaran apa yang ku lakukan disini? Lalu mengirim gangster lagi” kata Tak Goo tak ramah. “Apakah ini sebabnya kau mengirim Ny Seo surat kaleng?” “Apa yang kau bicarakan manager Han? Seru Tak Goo tak mengerti. “Jika tidak, lalu apa kau ingin uang, katakkan berapa yang kau inginkan” kata manager Han. “Ternyata kau masih menggunakan uang untuk melakukan apa yang kau ingin kan, dengarkan aku, aku sudah putus hubungan dengan Geo Seong sejak lama dan aku memutuskan tak akan pernah berpikir untuk kembali kesana” kata Tak Goo. “Jadi kau tidak menulis surat itu? Tanya manager Han. “Aku ini laki2, aku tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu”. “Manager Han berhenti untuk menggangguku sebelum aku melakukan sesuatu hal yang bahkan aku sendiri tidak tahu padamu” kata Tak Goo marah, lalu ia meninggalkan manager Han. Sementara itu Ma Jun melihatnya dari jauh.
emm,, enak nih
Mi Sun belajar membuat cake lagi yang ke 5 kalinya. “Nomor ke 5, aku harap rasanya seperti yang aku imagenasikan” kata Mi Sun. ia lalu memotong kuenya dan bersiap memakannya ketika Tak Goo masuk dengan marah2. Cake Mi Sun yang siap ia makan akhirnya jatuh.
Tak Goo melampiaskan kemarahannya dengan ingin memukul oven, namun sebelum ia melakukan itu Mi Sun mencegahnya. Mereka saling berpandangan. Tak Goo mengurungkan niatnya, ia malah menedang tempat lain yang membuat kakinya sakit. [wkwkkw aneh banget nih orang]. “Aku tidak menggunakan tinjuku, tapi aku menggunakan kakiku, jadi aku menepati janjiku” kata Tak Goo pada Mi Sun.
Ma Jun menemui manager Han.“Bukankah sudah kukatakan, jika dia kalah, maka aku sendirilah yang mengalahkannya, aku sudah mengatakan padamu jangan sekali2 menyentuhnya” kata Ma Jun marah. “Kau terlihat kurus nak? Apa kau makan dengan benar?” Tanya manager Han. “Kau seharusnya tidak bertanya itu paman, apa kau ayahku? Tanya Ma Jun sinis. “Jika kau keluar dari sini katakkanlah padaku” kata manager Han. “aku akan tinggal disini selama 2 tahun, untuk mendapat kan sertifikat seperti ayah, jadi kau jangan lagi ke Pal bong bakery, PAMAN” tegas Ma Jun lalu meninggalkan manager Han.”Telponlah ibumu agar ia tidak khawatir” pinta manager Han sebelum Ma Jun pergi. “Jangan katakan “Ibuku, ibuku”, dia adalah Nyonya tuanmu” seru Ma Jun. [disini ada ketegasan kalau Ma Jun gak suka kalau manager Han menganggap dirinya sebagai ayahnya Ma Jun, walaupun menurutku Ma Jun sudah tau kalau manager Han itu ayahnya].
Yu Kyung tidur dilantai rumahnya. Ia mengigau “ayah, maafkan aku, jangan pukul aku” igau Yu Kyung. Dalam mimpinya Yu Kyung memimpikan ketika ia masih kecil yang selalu dipukuli ayahnya, dan dipukul oleh polisi ketika diintrogasi, dan Tak Goo adalah orang yang selalu membelanya ketika ia di pukul. Yu Kyung tersadar dari tidurnya dan menyebutkan nama Tak Goo.
Yu Kyung membuka pintu rumahnya dan tak disangka Ma Jun sudah berada di depan pintu. “Kau mau kemana? Tanya Ma Jun. “Aku mau pergi ke Tak Goo” jawab Yu Kyung lemas. Beberapa ia melangkah Yu Kyung jatuh tak sadarkan diri.
Ma Jun membawa Yu Kyung kerumahnya, dokter Yoon mengatakan bahwa Yu Kyung mengalami malnutrisi [mungkin kayak kekurangan gizi gitu]. Ia menyarankan agar Yu Kyung dirawat kerumah sakit. Ma Jun mengatakan pada dokter Yoon untuk mengurus semuanya.
“Pertama kau mendapat masalah di kampusmu, sekarang kau Malnutrisi, Yu Kyung, orang seperti apakah kau ini? Kau hidup dengan sangat susah, namun mengapa didepanku kau berlagak baik2 saja?. Ma Jun kemudian menyentuh tangan Yu Kyung dengan lembut.
Ja Kyung mendatangi ruang kerja presdir dan menyerahkan proposal marketing. Presdir bertanya mengapa Ja Kyung tidak memberikannya di kantor. Ternyata Ja Kyung ingin membicarakan hal lain, ia ingin mengikuti upacara sembahyang untuk mendiang neneknya. Namun presdir mengatakan ia tidak butuh bantuan. Ja Kyung bersikeras ikut karena ia tetap anak tertua dirumah ini. Presdir menyuruh Ja Kyung keluar. Beberapa langkah Ja Kyung melangkah, presdir mengatakan pada Ja Kyung untuk bersiap2 pada hari sabtu jam 7 tepat. Ja Kyung senang.
Presdir pergi ketempat yang sering ia gunakan untuk membuat kue, memorinya kembali 12 tahun yang lalu ketika Tak Goo makan roti bersamanya. [Ep 4]. “Tak Goo, kau dimana? Gumam presdir.
Tak Goo mengumpulkan buku2 yang berhubungan dengan roti dan bersiap belajar. Tiba2 Mi Sun datang dang melihat Tak Goo dengan seksama. “Kau sedang apa? Tanya Mi Sun. “Apa lagi kalau tidak belajar, tak seorangpun mau mengajariku, jadi aku belajar sendiri” kata Tak Goo. Mi Sun heran dengan tindakan Tak Goo dan melihat Tak Goo lebih dekat.
“Kau tahu berapa banyak macam roti didunia? Hampir 30rb macam, kau tidak mungkin bisa menguasainya dengan otakmu yang seperti itu” kata Mi Sun. “Ya Ya aku tahu, otakku kosong, aku tak tahu apa2 dan aku pun tak tahu apa yang harus kulakukan untuk melawan Seo Tae Jo. “Didepan ayahku aku adalah anak yang special baginya, namun keadaanku sangat memalukan bahkan aku tidak memiliki kepercayaan diri. Jadi mulai sekarang aku tidak ingin hidup seperti itu lagi, berkompetisi dengan Seo Tae Jo atau tidak. Ini adalah salah satu tujuan yang ada dipikiranku sekarang. Inilah yang bisa aku katakan ketika aku bertemu dengan ibu dan ayahku suatu saat nanti, aku tak akan merasa malu bila bertemu dengan mereka dan mereka akan bangga denganku jadi jangan katakana aku tidak akan berhasil sebelumaku mencobanya. Aku akan mencobanya, dan bahkan orang sepertiku mempunyai mimpi” kata Tak Goo.[kata2nya aku suka]. Mendengar hal itu membuat Mi Sun tersentuh. Ia lalu mengatakan pada Tak Goo, “Ada 4 dasar dalam pembuatan roti yaitu tepung, air, garam dan ragi, itulah yang kakek katakan padaku, untuk mencapai point tertinggi kita harus memulai dari bawah” kata Mi Sun. Tak Goo senang Mi Sun mau mengajarinya. 
Tak Goo mengumpulkan semua bahan yang dikatakan Mi Sun, lalu ia berusaha untuk membuat adoanan. Buatan pertama gagal, Mi Sun menilainya sangat buruk.
Keesokkan harinya Tak Goo bangun sangat pagi. Ketika tuan Yang keluar kamar, Tak Goo sedang mengepel lantai. Kemudian ketika para staff yang lain sudah membuat roti. Tak Goo dengan semangat mencuci semua panci2 panggang. Semua yang melihatnya heran sedangkan Mi Sun hanya tersenyum.

Tak Goo mencoba membuat adonan lagi, dan ketika Mi Sun mengujinya dengan menusukkan tusukan ke adonan. Adonan menjadi kemps, Mi Sun hanya geleng2. [itu menandakan Tak Goo gagal lagi]. Ketika tuan Yang mngajari Jae Bok membuat adoanan, Tak Goo mencatat semua yang dikatakan tuan Yang. Tuan Yang sangat terkejut melihat Tak Goo Sudah ada dibelakangnya dengan membawa catatan.
Tak Goo mencari kata2 yang dikatakan tuan Yang dibuku, “over Mixing”, tiba2 Mi Sun datang dan menjelaskan bahwa adonan yang pencampurannya tidak rata akan membuat roti menjadi keras, namun bila terlalu lama makan akan membuat roti sangat lembek. Sedangkan dari kejauhan tuan Yang melihat mereka sedang belajar bersama.
    
Tak Goo mencoba membuat adonan lagi, berkali2 ia mencoba hingga mendapatkan adonan yang ketika ditusuk dengan paku tidak keras atau pun lembek. Tak Goo kemudian memasukkannya kedalam lemari fermentasi, Tak Goo dapat melihat adonan roti membesar [istilahnya itu ngembang], Tak Goo sangat takjub melihatnya, sementara itu tuan Yang yang melihatnya dari pintu tersenyum senang.
Keesokkan harinya Ja Kyung, presdir dan ditemani manager Han pergi ke kuburan nenek, presdir sudah melihat ada bunga kesukaan nenek yang sudah berada dikuburannya. Presdir mengatakan pada Ja Kyung, bunga itu telah ada semenjak 12 tahun yang lalu, dan presdir tidak tahu siapa yang membawanya, presdir mengira bahwa orang itu adalah teman nenek yang masih hidup.
kalian kenal dengan wanita ini??
Manager Han yang ada disekitar kuburan merasa tidak nyaman, tiba2 suara nenek seperti menghantui manager Han. “Han Seung Jae, kurang baik seperti apa keluargaku padamu sehingga kau berbuat seperti ini, bagaimana kau balas kebaikkan kami dengan seperti ini, kalian berdua tak akan pernah bebas”. [baca Ep 3 ketika malam dimana nenek mengetahui semuanya]. Manager Han tak tahan melihat kuburan nenek, ia kemudian menoleh kebelakang, ternyata tak sengaja ia melihat ada sebuah mobil beriisikan wanita cantik yang menggunakan kaca mata. Wanita itu menutup pintu mobilnya dan pergi. Manager Han terlihat curiga dengan mobil itu sampai2 saat presdir memanggilnya ia tak mendengar. Pandangan presdir kemudian melihat mobil yang juga dilihat manager Han.
Dokter Yoo memeriksa Ja Rim, kondisinya mulai membaik, ia hanya berpesan jangan terlalu capek, usai memeriksa Ja rim, dokter yoon bertemu Ny Seo. “Mulai besok saya tak akan datang kemari, JaRim sudah lebih baik” kata dokter Yoon, “Nyonya, pacar Ma Jun sangat cantik”. “Apa maksudmu?” Tanya Ny Seo tak mengerti. “Oh, jadi Nyonya tak tahu” kata dokter Yoon. Sementara itu Ny Seo terlihat tak mengerti apa2.
Yu kyung masih berada dirumah sakit, suster yang sedang membersihkan kamarnya mengatakan bahwa yu kyung sangat beruntung memiliki pacar yang memesankan ruang special untuknya, tiba2 telepon berdering, Ma Jun menelepon yu kyung untuk mengetahui kabarnya, Yu Kyung mengatakan pada Ma jun untuk memindahkan dia.[wachh, aku mulai suka MaJun gara disini]. Kejadian tak disangka2 terjadi, yu kyung sangat kaget melihat Ny Seo telah berada di depan pintu. Yu Kyung diam seketika.
“Hei Yu Kyung, kau dengar aku? Kata Ma Jun. “Ini ibu Ma Jun” kata Ny Seo yang mengambil alih telepon dari Yu Kyung. Ma Jun sangat terkejut. “Apa ini wanita barumu lagi, kita akan membicara masalah ini nanti” kata Ny Seo. Terlihat Ma Jun sangat cemas. [Emm menurutku Ma Jun itu orangnya sebenernya penyayang, ma perhatian, dan aku gak merasa dia jahat. Cuma memang dia terkadang iri dengan Tak Goo karena presdir sangat bangga dengan Tak Goo, sementara Ma Jun tidak, apa lagi dia dah tahu kalau presdir itu bukan ayahnya, sebernernya usaha yang dilakukan Ma Jun itu hanya pingin pengakuan dari presdir, kasian sebenernya] 
Setelah menelepon Ma Jun Ny Seo duduk. “Aku tahu kau diundang Ja Rim saat pesta, dank au bertemu Ma Jun saat pesta kan? Kau mengajak Ja Rim menjadi aktivis agar kau bisa dekat dengannya lalu kau dapat menjalin hubungan dengan Ma Jun. Apa yang kau inginkan, uang? Berapa yang kau inginkan, aku akan memberinya” kata Ny Seo. “Cukup” kata Yu Kyung. Yu Kyung lalu melepas infusnya dan mengganti pakaiannya. Lalu pergi.
Ma Jun yang datang terlambat melihat kamar Yu Kyung telah kosong.
YunKyung pulang kekontrakkannya. Ia melihat Ja Rim telah berada didepan rumahnya. “Yu Kyung, apa kau baik2 saja” Tanya Ja Rim. Yu Kyung terus berjalan dan tidak menjawab pertanyaan Ja Rim. “Yu Kyung, maafkan aku, aku hanya merasa ketakutan” seru Ja Rim membela diri. “aku baik2 saja, semua orang kayak seperti itu, tidak akan pernah menghargai persahabatan dan tidak setia” mendengar hal itu Ja Rim tersentak. “Anggap saja kita tidak pernah bertemu, pergilah, ini akan bahaya bila ada orang yang melihat kita” kata Yu Kyung lalu meninggalkan Ja Rim. Yu Kyung menangis.
Ma Jun pulang kerumah, bibi Gong sangat senang melihat Ma Jun. “Tuan apa kau pulang untuk menghadiri peringatan kematian nenek? “ .”Dimana ibu bi? Tanya Ma Jun.
“Ibu disini” tiba2 suara itu muncul dari dalam rumah dan menyapa Ma Jun. “Ibu mengapa kau lakukan itu, ia benar2 sakit” kata Ma Jun. “Tidak seharusnya kau katakana itu ketika kau baru bertemu dengan ibu”. “ibu,,”… “Itulah cara wanita itu untuk menjebakmu” kata Ny Seo. “ibu berapa lama lagi kau tidak mencampuri urusanku, ibu aku sudah 24 tahun ? Tanya Ma Jun. “Ibu akan mencarikan wanita yang cocok untukmu yang pantas menjadi menantuku, sudahlah tidak usah membicarakan itu lagi, katakana dimana sekarang kau tinggal”. “aku tak akan mengatakannya” kata Ma Jun. “Ma Jun, kau ini,,katakana pada ibu kau tinggal dimana?. “Aku tinggal di Pal Bong bakery” jawab Ma Jun. “bukankah itu guru ayahmu?mengapa kau kesana? Tanya Ny Seo. “Aku ingin mengubah pandangan ayah terhadapku, mendapatkan sertivikat dari guru ayah itulah salah satu caranya” kata Ma Jun. mendengar hal itu Ny Seo sangat senang dan kemudian memeluk Ma Jun.
Tak Goo membuat adonan dan memperlihatkannya pada Mi Sun untuk menilainya apa ada yang salah, Mi Sun memegang adonan itu. “Kita tidak bisa melihat roti ini berhasil atau tidak jika tidak dioven, mintalah kakak Jin Gu untuk membantumu, dia tidak senang bila ada orang yang memegang ovennya tanpa sepengetahuannya, aku rasa semenjak dia bersikap baik padamu, dia akan membantumu” canda Mi Sun. [haha lucu banget, pas Jin Gu liat Tak Goo, seketika ia memalingkan wajahnya, Tak Goo gak mau minta mantuan ama orang yang telah menculik ibunya, dia juga sungkan].
Presdir dan ketiga anaknya melakukan sembahyang untuk almarhum neneknya. Namun tidak dengan Ny Seo. Ny Seo malah asik minum2. Manager Han mengikutinya. “Apa kau sudah menemukan siapa yang mengirim surat itu? Tanya Ny Seo. “surat itu dari Cheonsang [tempat tinggal Tak Goo kecil” kata manager Han. Mendengar hal itu Ny Seo sangat terkejut. “Apa kau mau mengatakan bahwa bukan Tak Goo yang mengirimnya?. “Sabarlah sedikit lagi sampai penyelidikan selesai” kata manager Han.
Kini giliran Ma Jun yang memberikan penghormatan pada neneknya. Ketika Ma Jun member penghormatan tiba2 foto nenek jatuh dan pecah. Ja Rim, Ja Kyung dan presdir sangat terkejut. Ny Seo yang melihatnya juga sangat shock, Ny Seo Pingsan.
Ma Jun pergi keperpustakaan rumah, ia mengambil salah satu buku dan dalam buku itu terdapat gelang ibunya yang ia temukan saat kematian nenek. Ma Jun menggenggam gelang itu dengan erat.
Usai memeriksa Ny Seo, Dokter Yoon bertemu manager Han. “Bagaimana keadaan nyonya? Tanya Manager Han. “Aku sudah memberikan obat penenang, nyonya akan baik2 saja setelah ia bangun” kata dokter Yoon. Tanpa manager Han sadari bibi Gong mendengar pembicaraan itu. Dokter Yoon melhat bibi Gong, bibi Gong cepat2 pergi.
Presdir tak habis pikir mengapa foto nenek jatuh ketika Ma Jun memberikan penghormatan. Ia mengambil foto nenek dan mengeceknya, ternyata ada bekas potongan dengan segaja di penyangga foto nenek.
Tak Goo mengendap2 menuju ke dapur, ia berencana untuk memanggang rotinya sendiri, tiba2 dari belakang Jin Gu memegang bahunya. Tak Goo sangat kaget. ”Apa kau akan memanggangnya? Berikan padaku aku akan membantumu” kata Jin Gu. “Tidak perlu aku akan memanggangnya besok” kata Tak Goo. “kita tak akan mengetahui hasilnya bila kita tidak memanggangnya” Jin Gu lalu mengambil adonan Tak Goo. Dan bersiap untuk memasukkan ke dalam oven. “Dengarlah, biarpun kau membantuku, jangan harap aku akan memaafkanmu” kata Tak Goo. “Aku tahu, aku membantu sebagai kakakmu” jawab Jin Gu.
Ketika Jin Gu bersiap memasukkan roti ke dalam oven, Tak Goo mencium bau sesuatu yang tak enak, ketika Jin Gu menyalakan api, Tak Goo baru sadar itu bau gas. “Tunggu” teriak Tak Goo. Namun terlambar Jin Gu telah menyalakan api. Oven meledak. Tak Goo mendorong Jing Gu bersamaan ketika oven meledak. Semua keluarga Yang sangat kaget. [cari gambar yang pas meledak susah, soalnya goyang]
Setelah dokter Yoon memeriksa Ny Seo, ia kembali ke mobilnya, didalam mobil telah menunggu seorang wanita. Wanita itu adalah Mi Sun, ibu Tak Goo. “Kau baik2 saja? Tanya dokter Yoon.
Sementara itu Ny Seo terbangun, ia terlihat mimpi buruk.
Keluarga Yang mengechek apa yang terjadi di dapur. Mereka menemukan Tak Goo dan Jin Gu tak sadarkan diri. “Tak Goo, Tak Goo” teriak Mi Sun.
“Aku baik2 saja, mari kita pergi” kata ibu Tak Goo.

[Note] : Diepisode ini, Mi Sun (ibu Tak Goo) mulai hadir. Ada teka teki diepisode ini, Siapakah yang mengirimkan surat kaleng untuk Ny Seo? Lalu mengapa foto nenek jatuh? Apakah semuanya ada hubungannya dengan Mi Sun (ibu Tak Goo)? Lalu apa peran dokter Yoon dan Bibi Gong? Dan bagaimana keadaan Tak Goo setelah kecelakaan itu? Tetaplah setia membaca synopsis Bread, love and Dremas hanya di pelangi drama.^_^


Created by : Apni RF
Repost from : Pelangi Drama

[Sinopsis] Bread Love And Dreams (Baker King) 11 Part 2

Tapi Tak Gu tetap tidak bisa membiarkan Yu Kyung dibawa oleh polisi-polisi itu, hingga akhirnya dia benar-benar meninju polisi itu hingga pingsan. Mi Sun menutup matanya, kesal. Yu Kyung juga kaget dengan reaksi Tak Gu. Setelah meninju polisi itu, Tak Gu terdiam, hujan turun. (kenapa selalu ada scene hujan turun ya?)Semua staff Pal Bong Bakery merasa kecewa dengan Tak Gu, tapi tidak dengan Ma Jun yang tersenyum sinis. Hal yang tidak diketahui Ma Jun adalah ternyata Kakek melihat senyuman sinisnya dari seberang rumah Pal Bong Bakery. (Ya ampun Ma Juunnn... bener-bener deh, ga habus pikir juga aku ama sifatnya dia)
 
Tak Gu akhirnya dimasukkan ke penjara.

 
Yu Kyung juga dibawa ke ruang interogasi, dia berpapasan dengan Manager Han yang menjemput Ja Rim. Ja Rim akhirnya bebas, Yu Kyung memanggil Ja Rim, tapi Ja Rim pura-pura tidak mengenal Yu Kyung, dia terus jalan tanpa menghiraukan Yu Kyung. (Ja Rim masih ketakutan tuh, ntar kalau dia nyapa Yu Kyung  takut ditangkap lagi)
 
Ja Rim pulang ke rumah mewahnya, Nyonya Seo menyambut Ja Rim dan shock melihat putrinya itu begitu pucat. Ja Rim memanggil ibunya dengan lemas dan langsung memeluk ibunya, Ja Rim lalu pingsan. Ja Rim diperiksa oleh seorang dokter, Nyonya Seo menanyakan keadaan Ja Rim. Dokter itu mengatakan kalau Ja Rim sudah tidak tidur beberapa hari, jadi dia sensitif dan mengalami dehidrasi. Di saat seperti itu, Nyonya Seo justru ngomel-ngomel pada Ja Rim yang masih lemas, Dokter menasehati Nyonya Seo agar membiarkan Ja Rim untuk istirahat dulu. (wajar juga ding kalau ngomel, namanya juga seorang ibu)
Setelah selesai memeriksa, dokter itu bangkit dan ternyata dia adalah Dokter Yoon, (ingat ga chingu? dia adalah dokter yang nolong ibunya Tak Gu waktu melahirkan dulu) Manager Han sempat terkejut saat melihat wajah Dokter Yoon. (tapi dia ga langsung ngenalin dokter Yoon, Manager Han lupa-lupa ingat tuh)
Manager Han turun dan melihat Dokter Yoon sedang berbicara dengan Bibi Gong. Manager Han lalu mendekati Dokter Yoon,”Tunggu sebentar dokter. Aku tidak pernah melihat anda sebelumnya, nama anda?”, tanya Manager Han ingin memastikan. “Anda bisa memanggil saya Dokter Yoon”, jawab Dokter Yoon tetap tenang tanpa melihat mata Manager Han. Dokter Yoon menjelaskan kalau dia menggantikan Dokter Ju [dokter keluarga GeoSung sebelumnya] untuk mengurus kesehatan keluarga Geo, dan Nyonya Seo sudah mengijinkannya. Dokter Yoon lalu pamit, tapi Manager Han menahannya lagi dan bertanya apakah mereka pernah bertemu sebelumnya. Dokter Yoon sempat terpaku, dia berbalik dan menjawab pertanyaan Manager Han dengan mantap,”Tidak, saya kira saya belum pernah melihat anda sebelumnya, tapi kita mungki n berpapasan saat di rumah sakit, Saya sudah bekerja di rumah sakit Direktur Ju selama lima tahun.” Manager Han mengerti, meskipun dia masih merasa curiga, Dokter Yoon lalu pamit pulang.
Nyonya Seo memanggil Bibi Gong, Bibi Gong menyahut. Nyonya Seo marah karena Bibi Gong masih saja memanggilnya nyonya kecil, padahal nyonya besar [nenek] sudah lama meninggal. (sebenarnya aku masih bingung mau nranslet little madam jadi apa, soalnya masih aneh kalo nyebut nyonya kecil, hehehe... mian ya kalo ada yg ga berkenan) Nyonya Seo menyuruh Bibi Gong membuat hidangan Prancis untuk menyambut kepulangan Ja Rim ke rumah. Manager Han pamit pergi ke kantor pada Nyonya Seo, Nyonya Seo menitip pesan agar Presdir bisa pulang lebih awal.
 
Kakek mendatangi Ma Jun yang sedang ada di dapur Pal Bong Bakery. Kakek melihat ada adonan di meja dan bertanya pada Ma Jun,”Apa itu?”. “Itu adalah adonan yang rusak tadi pagi. Aku mengambilnya untuk latihan”,jawab Ma Jun. Kakek mengerti dan menyuruh Ma Jun untuk segera berlatih, Ma Jun bingung dan terlihat sedikit gugup. Kakek menyuruh Ma Jun untuk segera berlatih di depannya karena kakek ingin melihat. Ma Jun mengerti dan langsung berlatih dengan adonan rusak tadi. Ma Jun memang sangat cekatan dan terampil, gerakannya sudah seperti ahli roti sungguhan. Kakek sudah cukup melihat dan meminta Ma Jun berhenti.
Kakek : “Melihat betapa tanganmu cekatan dan cepat, kau memang terampil. Tetapi… roti adalah sesuatu yang dimakan oleh orang”. Ma Jun menganggukkan kepala mengerti.
Kakek : “Lalu, kenapa kau memakai pisau dalam hati orang yang membuat roti?”. Kali ini Ma Jun tidak mengerti maksud perkataan kakek. Kakek bertanya lagi dengan pandangan mata yang menusuk,”Apa kau bertanya karena kau tidak tahu?”. Kakek tampak kecewa dengan Ma Jun dan berkata lagi ”Aku akan tanya lagi padamu, apakah adonan di depanmu itu hidup atau mati?”. Ma Jun diam tak menjawab pertanyaan kakek. Kakek sudah hilang kesabaran pada Ma Jun hingga dia berteriak seraya menggebrak meja,”APAKAH ITU HIDUP ATAU MATI?”. Ma Jun gugup, tidak tahu harus menjawab apa.
Kakek melanjutkan [dan kali ini lebih lunak] : Bagi orang-orang biasa, mungkin itu hanya tepung dan adonan. Tapi untuk pembuat roti seperti kita, adonan itu adalah sesuatu yang hidup! Dan tadi malam, kau sudah membunuh semua makhluk hidup itu! Kau melakukan apa yang seharusnya tidak pernah dilakukan oleh pembuat roti!!
Ma Jun menampakkan muka kebingungan lagi. Kakek lalu mengeluarkan sapu tangan yang bernoda darah dan melemparkannya di depan Ma Jun. Ma Jun sangat terkejut melihat sapu tangan itu ada di tangan kakek.
Flashback
Setelah mengobrak-abrik dapur Pal Bong Bakery, Ma Jun keluar dan meninggalkan sapu tangan yang digunakannnya untuk mengelap jarinya yang berdarah. Ma Jun dengan cerobohnya meninggalkan bukti bahwa dia yang membuat dapur PBB seperti kapal pecah. Kakek yang mendengar keributan malam itu keluar dari rumah dan menemukan sapu tangan bernoda darah Ma Jun! Kakek langsung tahu kalau pemilik sapu tangan itu adalah Ma Jun, karena hanya Ma Jun satu-satunya orang yang memiliki sapu tangan mahal itu.
Flashback end
Kakek benar-benar marah pada Ma Jun, tapi Ma Jun dengan beraninya justru bilang,”Apakah anda akan menendangku keluar dari sini?”. Kakek menghela nafas tak percaya Ma Jun bisa bilang seperti itu.
Kakek : “Kau datang kemari karena kau ingin mendapatkan sertifikat pengakuanku?”. Ma Jun mengiyakan. Kakek : “Lalu, apakah kau ingat kalau untuk mendapatkan sertifikat itu, kau harus lulus tiga ujian?”.
Ma Jun mengiyakan lagi. Kakek : “Jadi, dua tahun dari sekarang. Jika kau bisa menunggu hingga waktu dua tahun itu, Aku akan mengijinkanmu mengikuti ujian itu”. Ma Jun protes dan tidak terima karena dia mendapat surat jawaban dari kakek yang menyatakan kalau dia bisa mengikuti ujian sertifikat itu tahun ini. Kakek menjelaskan kalau itu adalah hukuman untuk Ma Jun, hukuman karena melupakan kewajibannya sebagai seorang pembuat roti dan sudah membunuh adonan yang hidup, juga hukuman karena Ma Jun sudah mengkambing hitamkan orang lain [Tak Gu].
Kakek : “Jika kau tidak punya kepercayaan diri bahwa kau bisa menunggu waktu 2 tahun itu, kau boleh pergi kapanpun kau suka. Tapi, aku tidak akan mencegahmu”.
 
Setelah memberi pelajaran pada Ma Jun, kakek lalu pergi dari dapur itu, meninggalkan Ma Jun yang menggumam marah,”Kau memintaku untuk membusuk di tempat ini selama 2 tahun?” , tapi dia langsung teringat perkataan Presdir tempo hari [Apakah kau percaya diri? Apakah kau percaya bahwa kau bisa mendapatkan pengakuan Guru?] (rasakan Ma Jun!! itu hukuman buatmu tauuu)
Presdir menelepon ke rumah untuk menanyakan keadaan Ja Rim. Nyonya Seo yang mengangkat telepon itu menjawab kalau Ja Rim sudah baik-baik saja, Nyonya Seo sedang senang dan dia meminta suaminya untuk pulang lebih awal karena mereka akan berpesta. Presdir bilang kalau dia akan pulang terlambat karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Nyonya Seo memohon karena anak mereka sudah pulang dari penjara dan dia ingin merayakannya dengan makan bersama seluruh keluarga. Presdir mengatakan kalau dia tetap tidak bisa dan hanya menitip salam untuk Ja Rim, Presdir lalu menutup telepon. Mood Nyonya Seo langsung memburuk dan menyuruh Bibi Gong untuk membatalkan hidangan Prancisnya. Bibi Gong lalu bertanya takut-takut,”Apa yang harus saya lakukan dengan makanan untuk upacara peringatan? Minggu depan adalah peringatan kematian almarhumah Nyonya Besar, jadi…” Nyonya Seo yang sedang marah langsung memotong perkataan Bibi Gong dan menyuruh Bibi Gong yang mengatur semuanya, baik itu ulang tahun almarhum nenek maupun upacara peringatan kematiannya. Nyonya Seo tidak mau mengurusi semua itu karena saat nenek masih hidup, nenek tidak pernah memperlakukannya seperti seorang menantu. Maka dari itu, setelah nenek meninggal pun dia juga tidak akan berlaku selayaknya menantu pada nenek. Bibi Gong melihat Nyonya Seo yang melangkan pergi dan mengeluh, aigoo… (emang bener-bener menantu durhaka dia! huftt)
Nyonya Seo masuk ke kamar (dia sakit kepala, hihihi...tapi kok kasian juga sih sebenernya) dan melihat-lihat surat-surat untuknya. Dia membuka sebuah surat yg bertuliskan “kepada : Nyonya Kecil” dan isi surat itu membuatnya shock tak percaya. Nyonya Seo bertanya pada Bibi Gong tentang surat itu dan memastikan tidak ada orang lain yang menyentuh suratnya sebelum dia. Bibi Gong bertanya pensaran apakah ada sesuatu yang salah. Nyonya Seo bilang tidak ada apa-apa dan menyuruh Bibi Gong melanjutkan pekerjaannya. Nyonya Seo membuka lagi kertas surat itu yang ternyata bertuliskan “PEMBUNUH”, Nyonya Seo ketakutan.
 
Telepon di kantor Presdir terus bordering, tapi tidak ada yang mengangkat. Rupanya, presiden sedang keluar, Manager Han lalu mengangkat telepon itu dan ternyata si penelepon adalah Jin Gu. Jin Gu langsung bicara panjang lebar, dia tidak tahu kalau yang mengangkat telepon bukan Presdir sendiri melainkan Manager Han, Jin Gu : Ini aku, Presdir. Aku Choi Jin Gu. Apa anda mengingatku? Aku tidak punya waktu lagi untuk ragu-ragu, jadi aku segera menghubungi Anda. Tak Gu, anak Kim Mi Sun yang tinggal di Cheongsan. Dia di penjara sekarang. Anda harus membantunya Presdir. Manager Han terkejut mendengar nama Tak Gu disebut.
 
Sementara itu, di sel penjara Tak Gu cemas bukan main memikirkan keadaan Yu Kyung. Yu Kyung sedang diinterogasi oleh polisi [yang ditinju oleh Tak Gu]. Polisi itu memeriksa resume Yu Kyung dan berkomentar Yu Kyung adalah CV Yu Kyung sangat mengesankan meskipun dia berasal dari panti asuhan, tapi polisi itu heran kenapa seorang mahasiswa pintar seperti Yu Kyung bisa melakukan hal yang bodoh dengan mengikuti gerakan mahasiswa yang dilarang pemerintah. Yu Kyung berujar bahwa dia hanya ingin menunjukkan bahwa orang seperti dia [yang berasal dari panti asuhan] bisa mengubah dunia yang penuh dengan ketidak adilan. Polisi itu tersenyum meremehkan kata-kata Yu Kyung. Dia lalu member nasehat pada Yu Kyung, “Jangan mencoba untuk mengubah dunia. Jika kau masih merasa tidak adil dan frustasi, kau bisa berubah. Jika kau menjadi seseorang yang mempunyai [kekayaan], maka dunia akan berubah dengan sendirinya. Itulah hidup”. Yu Kyung terhenyak mendengar perkataan polisi itu. [kelak, kata-kata polisi inilah yang akan sangat berpengaruh terhadap jalan hidup yang dipilih Yu Kyung].
 
Manager Han menemui Jin Gu sesuai tempat perjanjian, Jin Gu terkejut melihat bukan Presdir yang datang. Manager Han menanyakan tentang Tak Gu, dia juga menjelaskan presdir sangat sibuk, jadi dia datang untuk menggantikan Presdir. Jin Gu tidak akan mengatakan apapun tentang Tak Gu kalau bukan Presdir sendiri yang datang. Manager Han menghentikan Jin Gu,”Aku dengar, panggilanmu adalah kincir angin dan seorang preman di Cheongsan. Dan kau merawat adik perempuanmu yang sakit. Sepertinya kau mengalamu hidup yang susah dan keras. Tidak perlu waspada terhadapku. Aku hanya ingin menjalin hubungan baik denganmu mulai sekarang”. [Rupanya setelah mendapat telepon dari Jin Gu saat di kantor Presdir, Manager Han sudah menyelidiki latar belakang Jin Gu dan mencoba menggaet Jin Gu sebagai anak buahnya]

Akhirnya Tak Gu keluar juga dari penjara, dan Mi Sun sudah menunggunya di depan pintu dengan muka cemberut, tapi sesaat kemudian Mi Sun tersenyum manis pada Tak Gu.
Ma Jun menguping pembicaraan Boss Yang dengan kakek tentang Tak Gu. Boss Yang mendapat telepon dari Mi Sun bahwa Tak Gu sudah dibebaskan. Kakek merasa senang, “itu bagus”. Boss Yang bertanya penasaran pada Kakek, mengapa kakek masih menjaga Tak Gu di PBB, bahkan kakek memberikan jaminan yang besar agar Tak Gu bisa dibebaskan dari penjara, apakah Tak Gu layak mendapatkan semua itu. Kakek menjawab bahwa dia tidak tahu apakah Tak Gu layak atau tidak, tapi dia penasaran, penasaran apakah yang akan terjadi pada Tak Gu di masa depan.
Ma Jun semakin iri pada Tak Gu setelah mendengar perkataan Kakek tadi, dia teringat lagi betapa Presdir dan Yu Kyung sangat menyukai Tak Gu,”Bagaimana? Kenapa? Kenapa semua orang menyukainya seperti itu? Kenapa? Kim Tak Gu… apa kau benar-benar hebat? Benarkah?”. Ma Jun tersenyum licik, dia memikirkan suatu rencana untuk membuat Tak Gu menderita. (udah firasat buruk nih)
Di toko PBB, Mi Sun menyodorkan tahu putih pada Tak Gu dan menyuruh Tak Gu untuk memakannya. Tak Gu diam, tidak juga mengambil tahu itu. Mi Sun menyuruh Tak Gu untuk makan tahu itu agar bisa menghilangkan kesialannya. [di Korea memang ada tradisi makan tahu bagi orang yang baru keluar dari penjara, karena mereka menganggap bahwa itu bisa menghilangkan kesialan, tapi aku masih heran juga, emang hubungannya apa ya? ko bisa ngilangin kesialan] Tak Gu bahkan tidak memandang tahu itu, tapi dia malah bilang,”Itu terakhir kalinya. Pukulan yang aku keluarkan di depan Yu Kyung. Itu adalah pukulan terakhirku”, tekad Tak Gu. Tak Gu lalu bangkit dan mengambil tas yang disimpannya di PBB. ”Apa itu?”, tanya Mi Sun. “Barangku yang tertinggal di kedai kopi [di Incheon]” Tak Gu mencari sesuatu di dalam tas itu dan mengambil sebuah bingkai foto, fotonya dan ibunya saat Tak Gu masih kecil. Dia menyodorkannya pada Mi Sun agar Mi Sun bisa melihat.
Tak Gu : Itu adalah ibuku. Nama ibuku juga Mi Sun, Kim Mi Sun. Ibuku mengatakan hal yang sama seperti yang kau katakan bebarapa waktu lalu. [Kekerasan seharusnya menjadi pertahanan terakhir. Itu baru lelaki sejati] Aku tidak akan pernah lagi menggunakan kekerasan. Aku bersumpah atas nama ibuku.
Mi Sun kali ini mengerti kalau ternyata Tak Gu meninggalkan PBB malam lalu adalah untuk mengambil tasnya. Tak Gu mengiyakan, dia tidak bilang jujur kala itu karena dia pikir Mi Sun tidak akan percaya padanya kalau dia tidak menunjukkan foto itu sebagai bukti. Tak Gu : Meskipun aku tidak menggunakan kekerasan, aku pikir aku masih bisa menang dalam hidup ini. Mi Sun tersenyum senang dan membenarkan kata-kata Tak Gu. Setelah menyelesaikan salah pahamnya, Tak Gu lalu makan tahu putih tadi dengan rakus.
Mi Sun menenangkan Tak Gu,”Jangan khawatirkan Yu Kyung, dia akan baik-baik saja”. “Jika Yu Kyung bisa dibebaskan dengan selamat. Aku bisa melakukan apapun”, kata Tak Gu pedih. [sepertinya] Mi Sun merasa sedikit cemburu dengan kata-kata Tak Gu barusan. Tak Gu tersenyum dan berterima kasih atas perhatian Mi Sun, Mi Sun balas tersenyum pada Tak Gu. (Aahhh… akhirnya mereka berdua baikan juga…)
Ma Jun menampakkan diri dan memanggil Tak Gu untuk bicara berdua di luar. Ma Jun berkata kalau dia bisa membantu Tak Gu untuk membebaskan Yu Kyung, tentu saja Tak Gu langsung bersemangat. Tapi Ma Jun juga tidak akan membantu secara cuma-cuma karena dia punya syarat untuk Tak Gu.
Ma Jun : Mulai saat ini, kau harus serius berpikir tentang roti. Tidak bingung dan setengah hati. Keluarkan semua kemampuanmu dan lakukan yang terbaik untuk belajar tentang membuat roti. Kemudian, setelah 2 tahun kau akan bertanding melawanku. Dan selama 2 tahun itu, hapuslah semua hal tentang Shin Yu Kyung dari pikiranmu. Bahkan jika dia sudah bebas, berjanjilah kau tidak akan pernah bertemu dengannya. Jika kau akan bersaing denganku, pikirkan cara untuk menyelesaikannya.
Tak Gu kaget tak percaya dengan kata-kata Ma Jun. Dia juga tidak habis pikir dengan syarat tak masuk akal yang diajukan oleh Ma Jun, dan mengapa harus dirinya. Ma Jun bilang kalau dia hanya ingin tahu seberapa hebat Tak Gu meskipun hal itu memang tidak masuk akal, tapi setiap kali dia melihat Tak Gu, yang ada dalam dirinya hanya keinginan untuk bersaing dan mengalahkan Tak Gu.
Tak Gu sangat marah mendengar omongan Ma Jun, dia jelas-jelas menolak dan tidak akan melakukan semua hal itu. Dia tidak akan mau melupakan Yu Kyung selama 2 tahun karena Yu Kyung adalah orang yang sangat berharga untuknya. Tak Gu lalu melangkah pergi. Dan ternyata… Mi Sun mendengarkan semua pembicaraan kedua lelaki itu dari balik tembok.
Paginya, Tak Gu bingung memikirkan syarat Ma Jun. Dia tetap berpikir kalau semua yang diajukan Ma Jun tidak masuk akal. Tak Gu lalu teringat kata-kata Paman Gap Soo dan Jae Bok yang menyeramkan tentang orang yang dipenjara karena menentang negara. Tak Gu sangat-sangat bingung.
 
Malamnya, dia datang ke penjara dan memandangi jendela tempat Yu Kyung ditahan. Tak Gu menghentikan sebuah taksi yang lewat. Yu Kyung yang meringkuk di penjara dalam kegelapan, mendengar alunan musik Edith Piaf favoritnya. Rupanya Tak Gu menyewa taksi itu dan menyetel musik Edith Piaf agar Yu Kyung bisa tenang dan terhibur. (Huwaa....melting aku, Tak Gu so sweet bangetm so romantic) Yu Kyung mendengarkan lagu itu dan seperti memandang ke kejauhan. Yu Kyung ingat Tak Gu.
 
Mata Tak Gu berkaca-kaca, dia benar-benar tak tega dan akhirnya memutuskan untuk memenuhi semua syarat Ma Jun agar Yu Kyung bisa bebas dari penjara. Tak Gu mendatangi Ma Jun yang sedang beres-beres di dapur, Tak Gu menerima semua syarat Ma Jun.
Ma Jun gerak cepat, dia langsung menghubungi Manager Han dan memintanya untuk membebaskan temannya yang sedang di penjara bagaimanapun caranya.
 
Pintu sel Yu Kyung dibuka, Yu Kyung terbangun dan melihat Ma Jun berdiri di depan pintu itu. Tak Gu menunggu di luar penjara. Yu Kyung yang melihat Tak Gu langsung menghambur ke arah Tak Gu dan memeluknya. Yu Kyung bertanya bagaimana Tak Gu bisa ada di situ [dan kenapa dia bisa dibebaskan].
Ma Jun mengingatkan Tak Gu,”Aku sudah menepati semua janjiku sekarang, Kim Tak Gu”.
Tak Gu yang semula akan menyentuh wajah Yu Kyung mengurungkan niatnya, dia menurunkan tangannya dan menatap Yu Kyung dengan sedih dan perasaannya campur aduk. Yu Kyung bingung, dia bertanya pada Tak Gu,”Apa yang dia maksud? Janji? Janji apa?”.
Tak Gu menjelaskan dengan mata berkaca-kaca : Mulai sekarang, aku tidak akan bertemu denganmu untuk sementara waktu. Mulai sekarang, aku akan focus untuk belajar membuat roti selama 2 tahun. Jadi, setelah aku menjadi pembuat roti sejati, aku akan menemuimu lagi. Tak apakan?
Yu Kyung juga menahan air matanya,  “Tak Gu…”
Tak Gu sebenarnya tidak kuat lagi, dia juga tidak tega, tidak mau berpisah dengan Yu Kyung selama itu, tapi dia berusaha tegar. Tak Gu minta Yu Kyung juga menguatkannya,”Tolong katakan, itu tak apa kan Yu Kyung a?” Yu Kyung tak bisa berkata-kata, hanya mata mereka berdua yang saling menatap. Tak Gu menyambung lagi,”Itu hanya 2 tahun, kita sudah terpisah selama 12 tahun. 2 tahun akan berlalu dengan cepat. Itu akan terlewati dalam sekejap mata. Jadi…”
Yu Kyung memotong, dia ingin tahu apa yang dijanjikan Tak Gu pada Ma Jun, Yu Kyung berteriak meminta penjelasan. Tak Gu : Yu Kyung… Dalam kehidupanku yang tanpa ibuku, satu-satunya alasanku untuk hidup adalah dirimu. Mengerti? Makanlah dengan baik dan jangan sakit. Ya?(backsoundnya passs bangetss, geu saram)
Tak Gu tak bisa lagi menahan air matanya dan tidak kuat lagi memandang Yu Kyung. Tak Gu berbalik dan pergi, meninggalkan Yu Kyung yang juga menangis. Yu Kyung masih belum bisa terima, dia memanggil nama Tak Gu. Tak Gu yang mendengar namanya disebut Yu Kyung,menghentikan langkahnya… dan berbalik, jalan ke arah Yu Kyung dan langsung TETTTTT…. Ma Jun melihat pemandangan itu dengan benci.
Tubi Kontinyuuuutttt .......

Rabu, 29 Desember 2010

[Preview] Dream High

Drama yang masuk waiting list Aya [wajib tonton] karena ada Yong Jun ahjussi. Sepertinya sudah sangat lama sekali Yong Jun ahjussi tidak main drama lagi [setelah The Legend, produksi 2007],  (wuahahahhaa.. padahal juga baru 3 tahun) jadi kangen ama aktingnya beliau, lagipula ini debut beliau sebagai produser, so harus nonton (jiaahhh manggilnya sopan sekali, pake beliau segala, padahal dulu aja manggilnya oppa, wkwkwkw) Tapi sayang, Yong Jun ahjussi hanya main 4 episode saja dari 16 episode.
Dream High ini menggantikan Marry Me Mary aka Mary Stayed Out All Night yang tayang terakhir tanggal 28 Desember 2010 kemarin dengan rating skala nasional Korea Selatan sebesar 6,6 %.
Sedikit preview Dream High
Lets ceghendduuuttt ^___________^


    * Judul         : 드림하이 / Dream High
    * Genre        : romantis, drama sekolah
    * Episode     : 16
    * Tayang      : @ KBS2 setiap Senin dan Selasa pukul 21:55 mulai 3 Januari 2010-....
Bercerita tentang kehidupan dan usaha enam orang siswa SMA Seni Girin untuk mencapai mimpi mereka menjadi bintang yang sukses dan terkenal.

Pemain :
    * Kim Soo Hyun sebagai Song Sam Dong
    * Taecyeon sebagai Jin Guk
    * Suzy (수지) sebagai Go Hye Mi
    * Ham Eun Jung sebagai Yoon Baek Hee
    * Wooyoung sebagai Jason
    * IU (아이유) sebagai Pil Suk
    * JOO (주)
    * Uhm Ki Joon
    * Lee Yoon Ji
    * Bae Yong Joon (cameo ep 1-4)
    * Park Jin Young (박진영)
    * Han Ji Hoo
    * Yoon Young Ah
    * Lee Byung Joon
    * Jun Ah Min (전아민)
    * Kim Hyun Joong (cameo)
    * Jo Sumi (cameo, ep 1)
Kru produksi :
    * PH               : KeyEast, JYPE, and CJ Media
    * Produser    : Bae Yong Joon, Park Jin Young
    * Penulis       : Park Hye Ryun (박혜련)
    * Sutradara  : Lee Eung Bok 

Ps :
Para Hyunnies juga pasti menanti drama ini karena ini pertama kalinya Hyun Jung bermain dalam 1 drama yang sama bersama Bae Yong Jun yang selalu disebut-sebut sebagai kakak kembarnya ^__^ (dilihat-lihat mereka emang mirip sih) meskipun Hyun cuma berperan sebagai cameo. Selain itu Aya juga penasaran melihat akting Taek [lagi] dan Oyong-saeng, hehehe...
Btw, pemeran utama Cinderella's Sister ternyata produktif ya :)  Geun Young abis maen bareng Sukkie di Marry Me Marry, Seo Woo abis maen ma Seung Ho di Flames of Ambition, Taek sekarang maen dalam Dream High, Jun Myung juga ada proyek tahun 2011 besok yaitu drama The Duo. Sukses deh buat mereka semua... (ko malah ngomongin CS ya? hihihi... mian OOT) 
Ayooo nontonn :)


Cre : d-addicts

[Screencaps] BTS Secret Garden Part 4

















Cre: as tagged

Senin, 27 Desember 2010

[Lirik] Hanurul Karigo (OST Time Between Dog And Wolf)

 하늘을 가리고[Hanurul Karigo] (Hidden Sky)
by : 장혜진 [Jang Hye Jin]



piparame momul matkidon
비바람에 몸을 맡기던
pora-nhaet-don nayege non/ han chulki hae-ssal
불안했던 나에게 넌 한 줄기 햇살
otumsoge kkochi pi dushi
어둠속에 꽃이 피 듯이
kasumsoge nae sarangi / charanajiman
가슴속에 내 사랑이 자라나지만


sarangun annyong nunmuron annyong
사랑은 안녕 눈물은 안녕
nol wihae kyote-so morojyo julke
널 위해 곁에서 멀어져 줄게
nae-ga issumyon / ni usumi sarajyo
내가 있으면 니 웃음이 사라져
noye dwiye son naye apeso
너의 뒤에 선 나의 앞에서
ku nugubota do haeng-bokhae jullae
그 누구보다 더 행복해 줄래
nae pumsoge issul ttae poda
내 품속에 있을 때 보다



su chonbone hae-wa tal chigo
수 천번의 해와 달 지고
hanul pyori sarajimyon / narijo-jullae
하늘 별이 사라지면 날 잊어줄래
hal su omnun irirajiman
할 수 없는 일이라지만
nae do soni cho hanurul/ karyobolteni
내 두 손이 저 하늘을 가려볼테니


sarangun annyong nunmuron annyong
사랑은 안녕 눈물은 안녕
nol wihae kyote-so morojyo julke
널 위해 곁에서 멀어져 줄게
nae-ga issumyon / ni usumi sarajyo
내가 있으면 니 웃음이 사라져
noye dwiye son naye apeso
너의 뒤에 선 나의 앞에서
ku nugubota do haeng-bokhae jullae
그 누구보다 더 행복해 줄래
nae pumsoge issul ttae poda
내 품속에 있을 때 보다


mot borin porutchorom / pabochorom
못 버린 버릇처럼 바보처럼
itchi mot hago nol chajulchi molla
잊지 못 하고 널 찾을지 몰라
hajiman kokchongma kuttae nan chamshiman
하지만 걱정마 그때 난 잠시만
norul / paraboda twidura galke
너를 바라보다 뒤돌아 갈게


chu-ogi nama kiyogi nama
추억이 남아 기억이 남아
urodo usul su innun gonikka
울어도 웃을 수 있는 거니까
nae kokchon-gun haji a-nhado kwaen-chana
내 걱정은 하지 않아도 괜찮아


noye dwiye son naye apeso
너의 뒤에 선 나의 앞에서
ku nugubota do haeng-bokhae jullae
그 누구보다 더 행복해 줄래
nae pumsoge issul ttae boda
내 품속에 있을 때 보다


sarangdo nunmuldo / ije ta annyong
사랑도 눈물도 이제 다 안녕

Cre : kreah